Blog

  • Apa itu SEO dan Apa Manfaatnya untuk Bisnismu?

    Apa itu SEO dan Apa Manfaatnya untuk Bisnismu?

    Apa itu SEO dan Apa Manfaatnya untuk Bisnismu? Apakah saya perlu melakukan optimasi SEO pada website saya?

    Mungkin pertanyaan ini selalu terlintas dalam pikiranmu saat memulai bisnis. Banyak informasi yang berseliweran baik dari internet, hasil diskusi dengan kolega, maupun email random yang tiba-tiba muncul di inbox-mu.

    Dalam artikel ini saya ingin berbagi tentang:

    1. Apa itu SEO?; dan
    2. Apa Manfaat SEO bagi bisnis kamu?

    Simak artikel ini untuk lebih memahami tentang SEO beserta manfaatnya.

    Pengertian SEO

    SEO adalah singkatan dari Search Engine Optimization, yaitu beberapa tahapan tindakan atau strategi yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas traffic dari mesin pencari ke website atau toko online-mu. 

    Dengan melakukan optimasi SEO, website bisnismu akan lebih mudah ditemukan di halaman pertama hasil pencarian mesin pencari seperti Google, Bing, atau Yahoo.

    Harapannya adalah traffic yang berasal dari mesin pencari ini akan semakin bertambah dengan seiringnya waktu.

    Tidak hanya kuantitas traffic semata, tapi strategi optimasi SEO juga akan menghasilkan traffic berkualitas, yang berujung pada konversi dan bertumbuhnya revenue dari bisnismu.

    Sayangnya di tahun 2023 ini, masih banyak bisnis yang meremehkan pentingnya SEO dalam strategi pemasaran digital mereka. Padahal, SEO memiliki manfaat yang sangat besar untuk bisnismu. 

    Simak beberapa manfaat SEO dan bagaimana Anda dapat memanfaatkannya untuk mengembangkan bisnismu pada penjelasan dibawah ini.

    Mengapa SEO sangat penting untuk Bisnismu?

    1. Meningkatkan Visibilitas Online

    SEO adalah cara terbaik untuk meningkatkan visibilitas online dari brand dan bisnismu.

    Dengan melakukan strategi topical authority yang tepat, websitemu akan memiliki impresi yang semakin banyak pada kata pencarian yang berbeda-beda.

    Niscaya brand bisnismu juga jadi akan lebih mudah ditemukan di mesin pencari dan di media sosial.

    Seiring dengan meningkatnya hal ini, selain traffic dan konversi yang menjadi tujuan bisnismu, awareness dari brand bisnismu sendiri juga akan semakin meningkat.

    2. Meningkatkan Kualitas Traffic Website

    Sudah bukan rahasia kalau SEO adalah salah satu cara terbaik untuk meningkatkan traffic website kamu secara bertahap.

    Tetapi tidak hanya kuantitas traffic saja yang semakin meningkat, kualitas dari traffic yang masuk ke websitemu juga akan semakin meningkat.

    Mengapa hal ini bisa terjadi?

    Karena adanya search intent atau “keinginan akan sesuatu” dari seseorang yang mengetikkan kata pencarian pada kolom mesin pencari.

    Intent tersebut yang nantinya akan memperbesar potensi terjadinya konversi di websitemu.

    3. Meningkatkan Kredibilitas Brand dan Bisnis

    Coba kamu bayangkan misalnya kalo ada orang tertarik dengan bisnis atau produk-mu, tetapi waktu mereka mencari keduanya di Google Search, keduanya tidak bisa ditemukan.

    Jangankan website yang tidak muncul di hasil pencarian Google atau SERP (Search Engine Results Page), website yang terindeks di halaman ke-2 dari SERP saja akan kehilangan kesempatan mendapatkan keuntungan dari jutaan hingga puluhan juta rupiah.

    Lalu bagaimana caranya bisa muncul di halaman pertama hasil pencarian mesin pencari (search engine)?

    Seperti dilansir lewat Google Search Central, salah satu faktornya adalah website yang memenuhi kaidah E-E-A-T (Experience, Expertise, Authoritativeness, Trustworthy).

    Jadi bisa dibilang, website bisnis yang muncul di halaman pertama hasil pencarian mesin pencari seperti Google, Bing, atau Yahoo, cenderung dianggap lebih kredibel oleh calon pelanggan.

    4. Meningkatkan Keuntungan Bisnis

    Dengan meningkatkan lalu lintas website dan konversi, SEO juga dapat membantu meningkatkan keuntungan bisnis kamu. 

    Dalam jangka panjang, investasi Anda dalam SEO akan menghasilkan keuntungan yang besar bagi bisnis Anda. 

    Karena semakin banyak traffic dengan intent tinggi yang masuk, dengan sendirinya akan memperbesar potensi terciptanya konversi di websitemu.

    Beberapa Pertanyaan Seputar SEO

    Apakah saya perlu mengeluarkan biaya untuk melakukan SEO?

    Tidak selalu. Ada beberapa strategi SEO yang dapat dilakukan secara gratis, seperti menulis konten berkualitas, melakukan optimasi meta deskripsi, dan mengoptimalkan tautan internal di website Anda. Namun, untuk melakukan optimasi SEO yang lebih kompleks, seperti optimasi topic dan keyword/keyphrase, optimasi teknis, dan restrukturisasi website, kamu mungkin perlu mengeluarkan biaya untuk mempekerjakan agensi SEO.

    Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melihat hasil dari SEO?

    It depends. Waktu yang dibutuhkan untuk melihat hasil dari SEO sangat bervariasi tergantung pada seberapa kompetitif industri Anda dan seberapa besar upaya yang dilakukan untuk melakukan optimasi SEO. 

    Normalnya, kamu akan melihat perbaikan dalam peringkat dan traffic website-mu dalam hitungan minggu sampai 2-3 bulan setelah melakukan optimasi SEO.

    Apakah SEO hanya berguna untuk bisnis online?

    Tidak. Meskipun SEO sangat penting untuk bisnis online, SEO juga dapat membantu bisnis offline. Misalnya, jika kamu memiliki toko fisik, Anda dapat melakukan optimasi SEO lokal (local SEP) untuk meningkatkan visibilitas bisnis-mu di daerah sekitar toko kamu.

    Kesimpulan

    Kesimpulan yang bisa ditarik adalah;

    • SEO sangat penting bagi bisnis di jaman digital ini. Tidak hanya berguna bagi model bisnis online, tapi dengan optimasi local SEO, kamu yang memiliki bisnis offline juga bisa memetik hasilnya.
    • Beberapa manfaat yang bisa diraih melalui SEO adalah:
      • Meningkatkan visibilitas brand dan bisnismu secara online;
      • Meningkatkan kualitas pengunjung website-mu;
      • Meningkatkan kredibilitas brand dan bisnis-mu; serta
      • Meningkatkan keuntungan dan revenue bagi bisnismu.

    Jadi tunggu apalagi? Segera optimalkan websitemu dengan strategi SEO yang berkualitas. Hubungi kami untuk berdiskusi dengan kami mengenai penerapan strategi SEO apa yang paling tepat untuk brand, bisnis dan websitemu.

  • Crawling dan Indexing: Semua yang Perlu Kamu Ketahui tentang Keduanya

    Crawling dan Indexing: Semua yang Perlu Kamu Ketahui tentang Keduanya

    Bagi pemilik bisnis dan website, search engine optimization (SEO) sangatlah penting, tidak hanya untuk visibility dan traffic semata, tapi juga dalam peranannya dengan brand awareness dan konversi.

    Namun yang perlu kamu ingat, sebelum sebuah website muncul dalam hasil pencarian (SERP), website tersebut haruslah terlebih dulu di-crawl dan di-index oleh mesin pencari.

    Lalu, apa sih sebenarnya crawling dan indexing itu? Dan bagaimana cara kerjanya?

    Di dalam artikel ini kita akan bahas tuntas tentang apa saja yang perlu kita pahami bersama mengenai crawling dan indexing ini.

    Faktor apa saja yang mempengaruhi, dan langkah-langkah apa yang perlu kita ambil untuk memastikan website kamu bisa di-crawl dan di-index dengan lancar.

    Langsung saja kita bahas satu-persatu, yuk

    Memahami Crawling dan Indexing

    Apa itu Crawling?

    Web crawling atau biasa dikenal juga dengan web spidering, adalah proses search engine untuk menemukan dan mengumpulkan data dari halaman sebuah website.

    Dalam proses penelusuran dan pengumpulan informasi ini, search engine menggunakan program otomatis yang disebut web crawler atau spider bot.

    Selain mengumpulkan informasi yang muncul di laman tersebut, spider bot juga mengumpulkan informasi setiap tautan yang terdapat di dalam laman tersebut sebagai tujuan crawling berikutnya.

    Namun yang perlu diingat bahwa web crawler tidak serta-merta akan meng-crawl semua halaman yang dimiliki website-mu. 

    Ada beberapa langkah untuk pengoptimalan yang akan kita pelajari di section berikutnya di dalam artikel ini.

    Lalu apa itu Indexing?

    Setelah sebuah spider bot selesai dengan proses crawlingnya, semua informasi yang didapat tadi akan dikirimkan ke database search engine yang bersangkutan.

    Kemudian URL atau halaman halaman website tersebut akan di-indeks (indexing) atau ditempatkan ke dalam database daftar hasil pencarian.

    Dengan program otomatis lain yang disebut algoritma, search engine akan mengasosiasikan informasi konten dari halaman tersebut dengan daftar keyword (kata kunci) atau keyphrase (frasa kunci) yang sesuai.

    Maka saat user mengetikkan kata pencarian atau search query ke dalam kolom pencarian, dalam hitungan waktu kurang dari satu detik, search engine mampu memberikan daftar indeks yang relevan dengan kata pencarian yang diketikkan sebelumnya.

    Proses indexing sangat penting, karena alih-alih harus melakukan proses crawling yang lama setiap kali ada user yang mengetikkan search query, search engine sudah memiliki daftar indeks yang akan disajikan kepada user dengan sangat cepat.

    Akan tetapi, sama seperti crawling, tidak serta-merta semua halaman yang berhasil di-crawl, akan otomatis terindeks.

    Ada banyak sekali faktor yang mempengaruhi sebuah halaman sebuah website dianggap “layak di-index” atau tidak.

    Isu yang sering Muncul dalam Crawling dan Indexing

    Bahkan untuk website yang sudah teroptimasi dengan baik, bisa mengalami beberapa isu yang menyebabkan beberapa halamannya tidak bisa terindeks.

    Berikut adalah beberapa alasan mengapa sebuah halaman website tidak bisa di-crawl dan di-indeks pada sebuah search engine.

    (Disclaimer: kita merujuk pada isu yang sering terjadi di Google Search. Tapi permasalahan berikut juga bisa terjadi pada search engine yang lain.)

    Kesalahan Implementasi Robots.txt dan Meta Robots Tag

    Salah pengimplementasian robots.txt dan meta robots tag pada website-mu akan menyebabkan spider bot atau web crawler tidak bisa memasuki dan menarik semua informasi dari halaman website-mu.

    Halaman yang sudah dihapus atau diganti alamat URL-nya, tentu saja tidak akan bisa di-crawl dan di-index karena web crawler tidak menemukan halaman dan value apapun disana.

    Cek halaman-halaman apa saja yang ditemukan oleh spider bot tapi tergolong error 404.

    Hosting Down (5xx error)

    Kalau yang satu ini lebih ke permasalahan server penyedia hostingan kamu. Kamu tidak bisa melakukan apapun tentang ini.

    Kalau halaman yang terdeteksi 1-2 halaman saja dan frekuensinya tidak begitu sering, kamu bisa melakukan test live URL di Google Search Console kamu, lalu meminta request indexing kembali.

    Namun bila masalah ini terjadi cukup sering dan sangat mempengaruhi kinerja website kamu, mungkin sudah saatnya kamu untuk berpindah ke hosting lain.

    Duplikasi Konten (Duplicate Content)

    Bila kamu sudah memiliki ribuan hingga jutaan halaman, masalah duplikasi konten ini bisa jadi sangat sering kamu temui.

    Coba cek kembali halaman yang dikategorikan duplicate. Lihat topik yang dibahas, title tag, meta description, gambar yang dipakai, dll. Pastikan konten-konten kamu memiliki perbedaan yang signifikan.

    Website tidak Mobile-friendly

    Google dengan serta merta tidak akan mengindekskan halaman website yang tidak responsif di mobile device. Karena sejak sekitar tahun 2018 Google mewajibkan sebuah website harus memiliki tampilan yang mobile-friendly. 

    Hal ini tak lain adalah karena pengguna mobile device sudah semakin dominan dan menggeser pemakaian desktop untuk mengakses laman dari sebuah website.

    Jadi pastikan website kamu memiliki tampilan yang mobile responsive dan memberikan kenyamanan 1000% untuk user kamu.

    Halaman Ter-Redirect

    Halaman yang ter-redirect atau diarahkan ke halaman lain tidak akan diindeks oleh Google, karena tentu saja Google akan mengindekskan halaman tujuannya.

    Contoh:

    Kamu mengimplementasikan 301 redirection atau pengalihan sebuah halaman website, yang sebut saja dengan URL /page-a menuju ke /page-b. 

    Jadi halaman dengan URL /page-a tidak akan terindeks di mesin pencari Google, sebaliknya yang memiliki kesempatan untuk terindeks adalah halaman dengan URL /page-b. 

    Google Memilih Canonical yang Berbeda

    Biasanya isu ini juga muncul pada permasalahan duplikasi konten, atau halaman arsip (archive).

    Seringkali hal ini terjadi pada website baru, terutama website yang pembuatannya dimulai dari 0 tanpa CMS.

    Pelajari lebih lanjut tentang canonical dan langkah implementasinya.

    Langkah Praktis untuk Mengoptimalkan Crawling dan Indexing Website Kamu

    Ada beberapa langkah praktis yang bisa kamu lakukan untuk memaksimalkan proses crawling dan indexing konten-konten baru dari website kamu. Kamu bisa lihat beberapa diantaranya di bawah ini:

    Scale-up Konten Berkualitas Tinggi

    Google dan mayoritas mesin pencari yang lain, mengutamakan proses indexing bagi website-website yang memiliki banyak sekali konten-konten berkualitas tinggi.

    Disini kuantitas dan kualitas dari konten-konten yang ada di dalam sebuah website memiliki peranan yang sangat penting.

    Kualitas Konten: Sebuah konten website harus mampu memberikan value lebih kepada penikmatnya. Bisa berupa informasi ataupun tools yang mempermudah.

    Baca artikel saya tentang konten berkualitas.

    Kuantitas Konten: Tidak hanya kualitas, kuantitas konten yang besar bisa memberikan banyak pilihan bagi user kamu. Selain itu dari banyaknya konten berkualitas yang kamu miliki, bisa membangun otoritas (authority) dari brand dan websitemu.

    Optimasi Struktur Website

    Memastikan struktur website yang terorganisir dan mudah dinavigasi bukan hanya penting bagi pengguna, tetapi juga untuk bot mesin pencari. Struktur website yang baik membantu pengguna menemukan informasi yang mereka cari dengan cepat dan mudah, yang pada akhirnya meningkatkan pengalaman pengguna (UX) dan kepuasan.

    Susunlah halaman website Anda dengan cara yang logis dan hierarkis. Halaman utama (homepage) harus berada di atas, diikuti oleh kategori utama, subkategori, dan halaman individual. Gunakan struktur URL yang mencerminkan hierarki ini.

    Optimasi Media yang Ada di Halaman Website

    Optimasi media, seperti gambar dan video, merupakan aspek penting dalam meningkatkan performa website sehingga memperbesar kemungkinan halaman website kamu diindeks dengan cepat. 

    Media yang dioptimalkan dengan baik dapat meningkatkan SEO, kecepatan loading website, dan pengalaman pengguna (UX). Berikut beberapa panduan untuk mengoptimalkan media yang ada di halaman website Anda:

    Optimasi Gambar:

    Kompres Ukuran Gambar: Kompres gambar Anda untuk mengurangi ukuran file tanpa mengorbankan kualitas gambar. Gambar yang lebih kecil akan lebih cepat dimuat, yang dapat meningkatkan kecepatan loading website Anda.

    Gunakan Format Gambar yang Tepat: Gunakan format gambar yang tepat untuk setiap jenis gambar. Format gambar yang umum digunakan termasuk JPEG, PNG, SVG dan WEBP.

    Optimalkan Gambar untuk Mobile: Pastikan gambar Anda dioptimalkan untuk perangkat mobile. Gunakan gambar dengan ukuran yang sesuai dan hindari menggunakan gambar yang terlalu besar.

    Optimasi Video:

    Gunakan Format Video yang Tepat: Gunakan format video yang tepat untuk setiap jenis video. Format video yang umum digunakan termasuk MP4, MOV, dan WMV.

    Optimalkan Video untuk Mobile: Pastikan video Anda dioptimalkan untuk perangkat mobile. Gunakan video dengan bitrate yang sesuai dan hindari menggunakan video yang terlalu panjang.

    Tips Tambahan:

    • Gunakan layanan CDN (Content Delivery Network) untuk mendistribusikan media Anda ke seluruh dunia. CDN dapat membantu meningkatkan kecepatan loading website Anda, terutama bagi pengguna yang berada jauh dari server Anda.
    • Gunakan plugin pengoptimalan gambar dan video untuk membantu Anda mengoptimalkan media Anda dengan mudah.
    • Lakukan audit media secara berkala untuk memastikan semua media Anda dioptimalkan dengan baik.

    Strategi Tautan Internal (Internal Linking) yang Rapi

    Gunakan strategi tautan internal (internal linking) yang rapi dan mengutamakan relevansi untuk membantu search engine bot menemukan dan meng-crawl semua halaman di situs web kamu.

    Tools untuk Memonitor Status Crawling and Indexing Websitemu

    Google Search Console

    Google Search Console adalah alat gratis yang disediakan oleh Google untuk membantu Anda memantau dan mengoptimalkan website Anda untuk mesin pencari. Google Search Console menyediakan berbagai informasi tentang kinerja perayapan dan pengindeksan website Anda, termasuk:

    Jumlah halaman yang diindeks: Ini menunjukkan berapa banyak halaman di website Anda yang telah diindeks oleh Google.

    Kesalahan perayapan: Ini menunjukkan kesalahan yang ditemukan Google saat mencoba merayapi website Anda.

    Performa di Google Search: Ini menunjukkan bagaimana website Anda tampil di hasil pencarian Google.

    Screaming Frog

    Screaming Frog adalah perayap situs web desktop yang dapat membantu Anda mengidentifikasi masalah dengan struktur dan konten website Anda. Screaming Frog dapat membantu Anda menemukan:

    Tautan yang rusak: Tautan yang rusak dapat menyebabkan pengalaman pengguna yang buruk dan dapat mempengaruhi peringkat website Anda di mesin pencari.

    Duplikat konten: Duplikat konten dapat membingungkan mesin pencari dan dapat mempengaruhi peringkat website Anda.

    Judul halaman dan meta deskripsi yang kurang optimal: Judul halaman dan meta deskripsi yang buruk dapat membuat website Anda kurang menarik bagi pengguna dan dapat mempengaruhi peringkat website Anda di mesin pencari.

    Gambar yang tidak dioptimalkan: Gambar yang tidak dioptimalkan dapat memperlambat waktu loading website Anda dan dapat mempengaruhi peringkat website Anda di mesin pencari.

    Kesimpulan

    Proses crawling dan indexing adalah proses penting untuk memastikan bahwa mesin pencari dapat menemukan dan memahami konten situs web kamu. 

    Dengan mengikuti best practices yang diuraikan oleh Google dalam panduannya, niscaya websitemu beserta seluruh konten-kontennya tidak akan menemui kendala dalam hal pengindeksan. 

    Sehingga pada akhirnya konten pada website Anda akan dapat berfungsi sesuai dengan yang sudah kamu rencanakan.

  • Web Crawler: Apa itu dan Bagaimana Cara Kerjanya?

    Web Crawler: Apa itu dan Bagaimana Cara Kerjanya?

    Pernahkah kamu bertanya-tanya, bagaimana caranya sebuah web page, atau artikel blog bisa muncul di hasil pencarian sebuah search engine (SERP) ?

    Semua itu adalah hasil “kerja keras” web crawler dari sebuah mesin pencari.

    Hah apa itu web crawler?

    Jangan khawatir, di dalam artikel ini, aku akan membahas lebih dalam mengenai web crawler, bagaimana cara kerjanya, dan pentingnya memahami konsep ini sebagai bagian dari strategi SEO-mu.

    Apa sih Web Crawler itu?

    Web crawler, atau sering juga disebut crawler bot atau spider bot, adalah sebuah program komputer yang dikembangkan oleh perusahaan mesin pencari, seperti Google dan Bing, untuk melakukan pengindeksan halaman web secara otomatis dan sistematis. 

    Program ini bertugas untuk mengunjungi berbagai halaman web, mengumpulkan data, dan dalam database mesin pencari untuk diindeks. 

    Web crawler menggunakan pemrograman algoritma tertentu yang memungkinkan mereka untuk menjelajahi tautan di dalam halaman web, mengakses konten, dan terus berlanjut hingga seluruh website selesai terakses.

    Bagaimana Cara Kerja Web Crawler?

    Ilustrasi proses crawling, indexing dan discovering sebuah search engine web crawler

    Untuk mempermudah pemahaman cara kerja sebuah web crawler atau search engine bot, kamu bisa lihat di bawah ini:

    Crawling

    Web crawler akan memulai prosesnya yang biasa disebut crawling dengan mengunjungi halaman web yang ditentukan sebagai titik awal. 

    Halaman ini bisa berupa halaman beranda situs web atau halaman tertentu yang sudah ditentukan.

    Indexing

    Setelah mengunjungi sebuah halaman, web crawler akan melakukan beberapa hal ini:

    • Menarik semua informasi yang bisa ditemukan dari sebuah halaman website, termasuk teks, gambar, video, dan elemen lainnya.
    • Seperti seorang pengantar surat, crawler bot akan mengirimkan hasil informasi tersebut ke database search engine untuk disimpan.

    Baca artikel saya tentang Crawling dan Indexing lebih lanjut.

    Discovering

    Web crawler juga akan mengidentifikasi setiap tautan yang ada di sebuah halaman situs yang dikunjunginya.

    Tautan-tautan atau link ini akan dimasukkan oleh ke dalam daftar kunjungan berikutnya.

    Kemudian di waktu yang sudah dijadwalkan, spiderbot atau web crawler ini akan melakukan proses crawling dan indexing untuk halaman-halaman tersebut.

    Re-Crawl and Re-Indexing

    Web crawler akan terus mengunjungi sebuah situs web secara berkala dengan tujuan untuk mengupdate data dan memperbarui data indeks pada database mesin pencari. 

    Proses ini memungkinkan mesin pencari untuk menyajikan hasil pencarian yang paling akurat dan terupdate kepada penggunanya.

    Mengoptimalkan Websitemu untuk Web Crawler atau Search Engine Bot

    Seringkali saat kita melihat report di Google Search Console, kita menemukan beberapa laporan beberapa page dari website kita yang belum terindeks.

    Lalu apa yang harus kita lakukan bila menemukan masalah ini?

    Untuk mengoptimalkan situsmu agar dapat di-crawl dan diindeks dengan mudah oleh search engine crawler, ada beberapa hal yang perlu kamu optimalkan:

    Konten Berkualitas (High-quality Content)

    Buat konten berkualitas tinggi yang bermanfaat bagi para pengunjung website kamu, dan juga sekaligus mengoptimalkannya bagi mesin pencari.

    Lihat juga panduan dari Google ini untuk melihat apa saja yang harus kamu perhatikan untuk membuat konten yang berkualitas bagi para pengunjung website kamu.

    Rencanakan tautan internal yang terstruktur dengan baik. 

    Buat list konten-konten dengan topik yang saling berkaitan, kemudian optimalkan strategi tautan antar-halaman.

    Ingat! Relevansi adalah kunci yang harus kamu pegang saat merencanakan internal linking di antara konten-konten yang kamu miliki.

    Halaman Website yang Crawlable

    Pastikan situs web Anda mudah dijelajahi oleh crawler. Ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk memastikan hal ini.

    Robots Meta Tag

    Pastikan robots meta tag kamu “mengizinkan” search engine crawler untuk menjelajahi halaman tersebut.

    Pelajari lagi di konten kami mengenai cara optimasi robots meta tag ini.

    Robots.txt

    Kamu juga bisa mengecek robots.txt dari website kamu. Cara cek-nya sangat mudah, kamu tinggal ketikkan nama domain kamu, kemudian akhiri dengan slug robots.txt, seperti contoh dibawah ini:

    https://example.com/robots.txt

    Lihat cara penggunaan dan optimasi robots.txt website kamu di konten ini.

    Sitemap.xml

    Sitemap sebuah website berfungsi seperti buku menu bagi web crawler atau search engine bot. 

    Mereka akan menyerap semua daftar URL yang tercantum di dalam sitemap kamu, kemudian mereka akan meng-crawl satu persatu URL tersebut.

    Kamu bisa membaca konten kami mengenai cara pembuatan dan optimasi sitemap disini.

    Canonical Tag

    Mengabaikan untuk mencantumkan canonical tag yang tepat, sehingga konten yang kita inginkan untuk di-index, malah diabaikan oleh crawler bot.

    Kalau kamu bingung, kamu bisa membaca konten saya mengenai canonical tag ini.

    Saya tidak sedang membahas cara membuat risoles ya! Breadcrumbs yang saya maksud disini adalah elemen dalam sebuah web page yang bisa memberikan informasi tentang struktur dan hirarki dari halaman konten tersebut.

    Baca konten ini untuk lebih paham tentang breadcrumbs.

    Gunakan juga structured data atau schema markup untuk membantu crawler memahami konten di situs Anda. Ini berarti menggunakan penanda skema untuk memberikan informasi tambahan tentang konten Anda, seperti penulis, tanggal publikasi, dan lainnya.

    Kesimpulan

    Memahami cara kerja web crawler dan prinsip-prinsip optimasi yang terkait dengannya merupakan langkah penting dalam upaya meningkatkan peringkat situs web di hasil pencarian. 

    Dengan memperhatikan struktur situs yang baik, konten berkualitas, penggunaan tag HTML yang tepat, pemilihan topik dan kata kunci yang relevan, kamu dapat membantu web crawler mengindeks halaman-halaman web kamu dengan dengan lebih baik.

    Selamat mengoptimasi!

  • Konten Website Berkualitas Tinggi: Tidak Hanya Ranking dan Traffic, Uang pun Datang!

    Konten Website Berkualitas Tinggi: Tidak Hanya Ranking dan Traffic, Uang pun Datang!

    Apakah kamu pernah bertanya-tanya mengapa website-website besar selalu memiliki konten yang menarik dan informatif? 

    Ini bukan tanpa alasan. 

    Konten berkualitas tinggi adalah jantung dari setiap strategi pemasaran digital.

    Dengan konten yang berkualitas, kamu bisa: 

    • Menarik lebih banyak traffic (sudah pasti!);
    • Membangun authoritativeness brand kamu, baik company atau personal; dan
    • Meningkatkan konversi, entah itu leads generated atau penjualan product atau service.

    Jika kamu adalah seorang pemilik bisnis, marketer, content writer, atau siapa saja yang ingin membuat konten yang lebih baik, kamu sudah datang ke artikel yang tepat!

    Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengedukasi kamu tentang apa itu konten berkualitas tinggi, mengapa itu penting, dan bagaimana cara membuatnya.

    Apa Itu Konten Berkualitas Tinggi?

    Konten berkualitas tinggi bukan hanya sekedar sekelompok kata dan gambar yang disusun rapi.

    High-quality content atau konten berkualitas adalah sebuah konten yang bermanfaat, dapat dipercaya, dan ditujukan bagi user serta dioptimasi untuk search engine.

    Ciri-ciri Konten yang Berkualitas

    Walaupun tidak mutlak, biasanya konten yang berkualitas atau high-quality content, haruslah memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

    Komprehensif: Konten harus memberikan informasi yang lengkap dan mendalam tentang topik yang dibahas.

    Memberikan Value: Konten yang memberikan value atau manfaat bagi user atau pengunjung 

    Mengkomunikasikan Pesan dengan Baik: Penggunaan bahasa yang tepat dan struktur yang logis membuat konten lebih mudah dicerna.

    Original dan Unik: Plagiarisme adalah tabu. Konten harus asli. Penambahan perspektif atau insight yang unik akan menjadi nilai tambah bagi kontenmu.

    Kaya Visual: Penggunaan gambar, video, dan infografik bisa lebih mudah membantu user memahami topik yang kamu angkat.

    Menjawab permasalahan: Mampu menjawab langsung intent atau kebutuhan user. 

    Mengapa Konten Berkualitas Tinggi Penting?

    Secara garis besar, konten yang berkualitas atau high-quality content, adalah konten yang mampu memberikan 

    Dampak Positif pada SEO

    Konten yang berkualitas tinggi adalah salah satu faktor, (kalau tidak boleh dibilang faktor utama), yang sangat mempengaruhi SEO.

    Konten yang memberikan value bagi pembaca atau user website kamu 

    Meningkatkan Engagement Pengguna

    Konten yang menarik akan membuat pengunjung betah berlama-lama di website kamu. Ini bukan hanya meningkatkan engagement, tetapi juga peluang untuk konversi atau penjualan.

    Membangun Kredibilitas dan Otoritas

    Pernah mendengar istilah “thought leader” atau “market leader” ?

    Ya, dengan menyediakan konten yang berkualitas tinggi, kamu bisa memposisikan diri (personal branding) atau brand kamu sebagai “leader” di bidang tersebut.

    Hal ini tentu akan sangat membantu dalam membangun kredibilitas dan otoritas dari websitemu beserta semua konten yang ada di dalamnya.

    Konten yang berkualitas juga sebaiknya mengikuti kaidah E-E-A-T (Experience, Expertise, Authoritativeness, and Trustworthiness) yang selalu didengungkan oleh Google. Hal ini dengan sendirinya akan membangun kredibilitas dan otoritas dari website dan bisnismu. 

    Tipe-tipe Konten dalam Website

    Tidak hanya artikel blog, konten dalam sebuah website bisa bermacam-macam. Berikut adalah tipe-tipenya:

    Homepage: Pintu masuk websitemu. Untuk melihat kredibilitas dan otoritas dari brandmu bisa dilihat dari performa homepage websitemu.

    Article Page: Bentuk konten yang paling umum digunakan. Biasa digunakan sebagai cara untuk “memamerkan” expertise dan kredibilitas website kamu.

    Untuk website media, tipe konten ini adalah produk mereka.

    Artikel biasanya digunakan untuk memberikan informasi atau solusi atas masalah tertentu. 

    Secara lebih spesifik, kita bisa membagi artikel menjadi Blog Post dan News Article.

    Product Page: Tipe konten yang dimiliki website e-commerce atau online shop. Menjawab kebutuhan transaksional. Dilengkapi dengan fitur pembayaran secara online.

    Untuk tipe beberapa tipe website dengan business model B2B (Bisnis-ke-Bisnis), halaman yang membahas service yang mereka tawarkan secara mendetail, menurut saya juga bisa dikategorikan sebagai product page.

    Contact Page: Bagi kebanyakan website B2B, performance contact page menjadi indikator konversi.

    Interactive Page: Tipe konten ini bisa memiliki kesempatan untuk mendapatkan engagement yang tinggi. Beberapa contohnya seperti: Kalkulator KPR, Tools Resize Image atau QR Code Generator.

    Data-driven Page: Konten yang paling banyak dicari bagi user yang sedang melakukan riset. Sama seperti interactive page, tipe konten ini juga memiliki potensi menarik visitor dan engagement yang tinggi.

    Kamu bisa menambahkan infografis atau e-book untuk menambah daya tarik dari tipe konten ini.

    Salah satu contohnya adalah konten data statistik dari Badan Pusat Statistik.

    Video: Video adalah salah satu jenis konten yang paling banyak dikonsumsi saat ini. Kamu bisa membuat melengkapi konten tutorial atau product website-mu dengan video untuk lebih meningkatkan engagement.

    Podcast: Tipe konten audio ini bisa kamu pergunakan untuk memperluas jangkauan audience visitor kamu.

    About Page: Walaupun mungkin salah satu tipe konten yang paling jarang dibaca, memiliki konten about page akan memberikan sinyal kredibilitas dan trustworthiness dari brand kamu kepada search engine.

    Terms & Conditions dan Privacy Policy Page: Bisa menjadi konten yang memiliki tingkat pengunjung yang paling rendah, sama seperti About Page.

    Namun, tipe konten ini juga bisa menambahkan otoritas dan kredibilitas brand kamu. 

    Selain itu konten ini juga bisa menjadi landasan hukum bagi website kamu.

    Proses Pembuatan High Quality Content

    1. Tentukan Goals Konten

    Sebelum kamu mulai merencanakan konten, penting untuk mengetahui goals apa yang ingin dicapai konten tersebut.

    Setiap tipe konten yang berbeda, juga memiliki tolok ukur KPI goals yang berbeda

    Berikut beberapa contohnya:

    • Artikel: Traffic, Pageview, New User
    • Product: Transaction
    • Contact: Form Submit

    Dengan memberikan KPI yang sesuai, akan memudahkan kamu untuk melihat performance dari konten-konten yang kamu buat.

    2. Mulai dengan Seed Topic

    Apa itu seed topic?

    Seed Topic adalah topik utama atau pokok pembahasan yang akan menjadi induk dari konten-konten lainnya.

    Ini adalah tema besar yang bisa kamu pecah menjadi beberapa topik turunan atau sub-topik.

    Di dalam strategi SEO, kita mengenal strategi seperti ini dengan istilah topic clusters, content hub, pillar content, dsb.

    Misalkan kamu memiliki blog yang berbicara seputar “Mobil“. Maka ini adalah seed topic website kamu.

    Kemudian kamu bisa memiliki banyak konten turunan, anggaplah seperti contoh diatas, kita membedah topik mobil menjadi beberapa pokok pembahasan mobil berdasarkan merek.

    Setelah itu dari kamu bisa membuat turunan konten yang lebih banyak lagi berdasarkan tipe-tipe mobil dari merek tersebut.

    Dengan membuat struktur seperti ini, kamu akan memiliki banyak bahan konten yang memiliki pembahasan mendalam.

    3. Riset yang Baik adalah Kunci

    Informasi yang akurat dan terkini adalah fondasi dari konten berkualitas. 

    Lakukan riset dari sumber yang terpercaya dan pastikan untuk selalu memperbarui konten kamu jika ada informasi baru

    Misalnya, jika kamu menulis tentang “Panduan Diet Keto,” pastikan semua data dan fakta yang kamu sebutkan didukung oleh penelitian terkini.

    Berikan citation atau atribusi kepada website terpercaya yang kamu jadikan referensi. Hal ini selain demi menjaga etika penulisan konten yang baik, juga akan memberikan backup dari konten kamu sendiri.

    4. Jadilah Unik

    Unik di sini berarti memberikan sesuatu yang tidak bisa ditemukan di tempat lain. Ini bisa berupa cerita atau pengalaman pribadimu yang relevan dengan topik yang sedang kamu bahas. 

    Misalnya, jika kamu menulis tentang “Cara Menghemat Energi,” kamu bisa membagikan pengalaman pribadi tentang bagaimana kamu berhasil mengurangi tagihan listrik.

    5. Gunakan Sudut Pandangmu Sendiri

    Jika kamu memiliki data atau studi kasus yang relevan, jangan ragu untuk membagikannya.

    Ini tidak hanya akan memperkaya kontenmu tetapi juga menambah kredibilitas kamu di mata pembaca dan juga search engine. 

    Misalnya, jika kamu memiliki bisnis katering, kamu bisa membagikan studi kasus tentang bagaimana pelayanan katering kamu memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi klien dan para tamu yang hadir disana.

    6. Fokus pada Topik Spesifik

    Merujuk lagi kepada pembahasan topic cluster diatas, alih-alih mencoba menulis tentang banyak hal sekaligus, lebih baik fokus pada satu topik dan eksplor sebanyak mungkin

    Ini akan membuat website kamu memiliki topical authority atau topical ownership yang tinggi.

    Jika kamu memilih untuk menulis tentang “Kesehatan Mental,” kamu bisa membahas sub-topik seperti “Cara Mengelola Stres” atau “Pentingnya Tidur yang Cukup.”

    7. Buat Struktur Penulisan Konten yang Scannable

    People rarely read Web pages word by word; instead, they scan the page, picking out individual words and sentences.

    Dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh Nielsen-Norman Group kepada sekelompok orang pada tahun 1997, ditemukan bahwa sekitar 79% orang melakukan scanning, alih-alih membaca kata per kata, di setiap halaman web yang baru mereka lihat.

    Karena itu untuk membuat kontenmu mudah dikonsumsi, mungkin kamu bisa mempertimbangkan hal-hal berikut di dalam kontenmu:

    • Memberi penekanan atau highlighting kata-kata yang penting, seperti ini.
    • Sub-heading yang relevan. Misalnya, untuk pokok bahasan akomodasi, kamu bisa mem-breakdown subheading-nya menjadi; hotel, villa, bnb, dsb.
    • Pergunakan bullet points.
    • Satu pokok bahasan per paragraf.
    • Mulai dengan Kesimpulan. Untuk “mengikat” usermu yang pada akhirnya bisa meningkatkan time on site/page.
    • Gunakan kalimat singkat. Kecuali puisi Chairil Anwar atau naskah drama Shakespeare, sangat jarang orang mau membaca runutan bahasa puitis di sebuah konten blog.

    8. Tambahkan Gambar atau Video

    Elemen visual seperti gambar atau video bisa memperkaya konten kamu sehingga lebih menarik dan informatif. 

    Misalnya, dalam artikel tentang “Cara Memasak Steak yang Sempurna,” kamu bisa menambahkan video langkah-demi-langkah atau infografik tentang jenis-jenis daging.

    9. Cek dan Ricek

    Sebelum mempublikasikan, selalu periksa ejaan, tata bahasa, dan fakta di konten-mu.

    Kesalahan kecil bisa merusak kredibilitasmu lho!.

    Kamu bisa mempergunakan daftar konten asesmen dari Google ini untuk melihat kembali apakah konten yang kamu buat, memiliki manfaat bagi usermu:

    • Apakah informasi konten ini benar-benar baru dan hasil dari penelitian atau analisis?
    • Apakah penjelasan tentang topik yang dibahas sudah lengkap?
    • Apakah ada info atau analisis yang membuat membedakan? alih-alih hanya fakta yang sudah umum diketahui?
    • Jika ada sumber lain yang dikutip, apakah konten ini bukan sekadar salinan, tetapi memberikan tambahan yang berharga?
    • Apakah judulnya jelas dan membantu kita tahu apa isi dari kontennya?
    • Apakah judulnya tidak misleading?
    • Apakah kualitasnya setara dengan yang biasanya ada di majalah, buku, atau ensiklopedia?
    • Apakah ini lebih bermanfaat dibandingkan dengan halaman lain yang muncul di hasil pencarian Google?
    • Apakah ada kesalahan ejaan atau gaya penulisan?
    • Apakah ini terlihat rapi dan profesional, atau terlihat dibuat secara asal-asalan?
    • Apakah ini dibuat oleh banyak orang dan disebar ke banyak website, sehingga kualitasnya menurun?

    Posisikan dirimu sebagai pembaca. Apakah kontenmu mudah dicerna, atau terlalu berbelit-belit.

    Monitor dan Re-Optimize

    Setelah kontenmu dipublikasikan, pantau terus bagaimana reaksi audiens. 

    Gunakan analytic tools seperti Google Search Console dan Google Analytics untuk melihat apakah kontenmu berhasil mencapai tujuan yang telah kamu tetapkan. 

    Kesimpulan

    Konten berkualitas tinggi bukan hanya sebuah kebutuhan, tetapi juga investasi jangka panjang untuk keberhasilan online kamu.

    Ayo, mulai fokus pada pembuatan konten berkualitas tinggi dari sekarang! Jika kamu membutuhkan bantuan atau konsultasi lebih lanjut, jangan ragu untuk menghubungi kami.

  • SEO vs ASO: Ketahui Perbedaan dan Cara Optimasinya

    SEO vs ASO: Ketahui Perbedaan dan Cara Optimasinya

    Jika kamu baru memulai bisnis online, kamu mungkin bertanya-tanya apa yang harus dilakukan untuk memastikan situs web atau aplikasimu bisa ditemukan oleh orang-orang di mesin pencari atau app store.

    Dua strategi pemasaran digital yang dapat membantu dalam hal ini adalah SEO (Search Engine Optimization) dan ASO (App Store Optimization).

    Meskipun keduanya berfungsi untuk meningkatkan visibilitas secara organik (tidak berbayar), namun mereka memiliki sedikit perbedaan pada tujuan dan cara optimasinya.

    Baca artikel ini untuk tahu lebih lanjut soal SEO dan ASO.

    Apa itu SEO?

    SEO adalah serangkaian teknik yang digunakan untuk meningkatkan visibilitas website kamu di halaman hasil pencarian (SERP), secara organik.

    Lihat juga artikel kami tentang cara kerja search engine terbesar ini.

    Apa itu ASO?

    ASO (App Store Optimization) adalah serangkaian langkah optimasi yang digunakan untuk meningkatkan visibilitas aplikasi kamu di marketplace penyedia aplikasi seperti Google Play atau App Store. 

    Perbedaan antara SEO dan ASO

    Walaupun sekilas memiliki persamaan, namun ada beberapa perbedaan signifikan diantara kedua strategi optimasi ini. Antara lain:

    No.SEO (Search Engine Optimization)ASO (App Store Optimization)
    1.Meningkatkan visibilitas websiteMeningkatkan visibilitas aplikasi
    2.Arenanya: Search Engine (Mesin Pencari)Arenanya: Application Store
    3.Experience, Expertise, Authoritativeness, dan Trustworthiness harus berkualitasRating dan review harus tinggi
    4.Jumlah traffic organic dan conversion jadi targetJumlah pengunduhan aplikasi jadi target
    5.Tools: Google Search Console, Google Analytics 4, SEO Tools (Ahrefs, Semrush, Screaming Frog), dsb.Tools: Google Analytics 4, AppsFlyer, App Radar, Data.ai, Apple Analytics, Firebase, dsb.

    Cara Optimasi SEO dan ASO

    Setelah mengetahui adanya beberapa poin yang berbeda antara SEO dan ASO, maka langkah optimasi yang kita terapkan juga akan sedikit berbeda dengan keduanya.

    Berikut adalah beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk mengoptimasi kedua strategi ini:

    Area yang dioptimalkan dalam SEO

    Kualitas Konten

    Tidak terbatas pada jumlah kata tertentu, konten kamu haruslah relevan dengan niche website kamu.

    Konten kamu harus mencerminkan pengalaman (experience), kemampuan (expertise), keabsahan (authoritativeness), dan juga tingkat kepercayaan (trustworthiness).

    Topik dan Riset Kata Kunci (Topic and Keyword Research)

    Selalu buat konten yang relevan dengan niche brand ata websitemu. Kamu bisa menggunakan beberapa tools seperti Ahrefs, Semrush, dan Ubersuggest untuk membantumu dalam riset kata kunci ini.

    Kecepatan website

    Kecepatan website saat diakses menjadi salah faktor penting dalam SEO.

    Hal ini sangat erat kaitannya dengan tingkat kepuasan visitor saat mengunjungi sebuah website. Tidak ada yang suka dengan website yang lambat kan?

    Mobile-friendly

    Menurut Statcounter.com market share pengguna mobile phone sudah mencapai 63.34% dari keseluruhan pengguna internet di Indonesia.

    Karena itu desain website yang responsive dan mobile-friendly menjadi salah satu faktor penting juga dalam SEO.

    Title Tag dan Meta Description

    Penempatan keyword yang ditargetkan dan juga pemilihan judul dan meta description yang menarik, akan meningkatkan peluang kontenmu yang sudah terindeks untuk di-klik oleh pengguna.

    Linking Strategy

    Strategi tautan antar halaman yang relevan juga akan membantu search engine crawler dan visitor websitemu untuk bisa menemukan konten-konten lain yang bermanfaat.

    Elemen Technical

    Ada beberapa elemen yang sedikit membutuhkan pemahaman sebuah website secara technical sebagai faktor pendukung keberhasilan strategi SEO-mu, antara lain:

    • Breadcrumbs
    • Schema markup atau structured data
    • Meta canonical tag
    • Hreflang tag (untuk website multi bahasa)
    • Meta robots tag

    Elemen Visual

    Elemen visual seperti gambar, video, infografis, tabel interaktif juga akan sangat membantu kualitas kontenmu dan akan membuat konten mu terlihat lebih menarik.

    Area yang dioptimalkan dalam ASO

    Pemilihan Kata Kunci yang Tepat

    Kata kunci adalah salah satu faktor utama dalam optimasi ASO. Memilih kata kunci yang tepat dan relevan untuk aplikasimu sangat penting untuk meningkatkan peringkat mu di toko aplikasi. Kamu dapat menggunakan berbagai alat untuk menemukan kata kunci yang tepat seperti Sensor Tower, dan Data.ai (dulu App Annie).

    Menulis Deskripsi Aplikasi yang Menarik

    Deskripsi aplikasi yang menarik dan informatif sangat penting untuk menarik pengguna. Deskripsi yang baik harus memberikan informasi tentang fitur-fitur utama dari aplikasimu dan menggambarkan manfaat yang bisa didapatkan pengguna dengan menggunakan aplikasimu.

    Memilih Nama Aplikasi yang Mudah diingat

    Nama aplikasi adalah hal pertama yang dilihat oleh pengguna ketika mereka mencari aplikasi di toko aplikasi. Memilih nama yang mudah diingat dan relevan dengan aplikasimu akan membantu meningkatkan jumlah pengguna dan peringkat aplikasimu.

    Elemen Visual yang Menarik

    Screenshot dan video yang menarik dapat membantumu menunjukkan fitur-fitur unik dari aplikasimu. Gunakan screenshot dan video untuk menarik perhatian pengguna dan membantu mereka memahami lebih baik tentang aplikasimu.

    Ikon aplikasi yang menarik juga bisa meningkatkan ketertarikan seseorang untuk mengunduh aplikasi kamu juga loh.

    Meningkatkan Jumlah Unduhan dan Rating

    Jumlah unduhan dan rating juga sangat penting dalam optimasi ASO. Semakin banyak unduhan dan rating yang aplikasimu miliki, semakin tinggi peringkat aplikasimu di application store. Kamu dapat meningkatkan jumlah unduhan dengan melakukan promosi aplikasimu di media sosial dan iklan digital.

    Menjaga Kualitas Aplikasi

    Menjaga kualitas aplikasimu sangat penting untuk meningkatkan peringkat aplikasimu di toko aplikasi. Pastikan aplikasimu bekerja dengan lancar dan tidak ada bug atau masalah teknis lainnya.

    Kualitas aplikasi yang jelek akan menurunkan kredibilitas dan juga rating dari aplikasimu. Jadi selalu perhatikan hal ini.

    Mengoptimalkan Gambar Aplikasi

    Gambar aplikasi adalah hal pertama yang dilihat oleh pengguna ketika mereka mencari aplikasi di toko aplikasi. 

    Pastikan gambar aplikasimu menarik dan relevan dengan aplikasimu. Gunakan gambar yang berkualitas tinggi dan memiliki ukuran yang sesuai dengan persyaratan masing-masing application store.

  • ChatGPT vs Bard: Mana yang Lebih Jago?

    ChatGPT vs Bard: Mana yang Lebih Jago?

    Update: sejak awal tahun ini, Bard telah melakukan rebranding menjadi Gemini.

    Teknologi Artificial Intelegence (AI) semakin berkembang pesat belakangan ini. Dua di antara teknologi tersebut adalah ChatGPT dan Bard. 

    Masing-masing memiliki kemampuan yang hebat dalam menghasilkan teks berbasis AI. Namun, mana yang lebih unggul di antara keduanya? 

    Dalam artikel ini, saya akan mencoba membahas kompetisi (mungkin) terpanas di tahun 2023 ini, antara ChatGPT vs Bard, dan mencoba menyuguhkan kepadamu, mana yang lebih pantas dianggap tercanggih untuk saat ini.

    Tabel di bawah ini adalah perbandingan antara ChatGPT dan Bard dari sisi teknis, sesuai dilansir oleh Search Engine Journal.

    ChatGPTBard
    HargaGratis untuk versi originalnya. Sedangkan versi ChatGPT Plus tersedia dengan harga berlangganan $20/bulan.Gratis. Cukup sign-in dengan akun Google kamu.
    APITersedia, tapi join ke dalam waiting list.Tidak tersedia.
    DeveloperOpenAIAlphabet/Google
    TeknologiGPT-4LaMDA
    Akses InformasiTerbatas paling lama pada informasi tahun 2022 seperti yang dijelaskan dalam pernyataan chatbot ChatGPT.Akses secara real-time kepada database Google Search.
    Support Bahasa Indonesia?YaYa

    Pengalaman Menggunakan ChatGPT dan Bard

    Saya mencoba untuk membandingkan pengalaman menggunakan kedua AI tools ini, walaupun mungkin saya hanya membandingkan secara sekilas, tapi mudah-mudahan hal ini bisa membantumu mendapatkan gambaran akan kemampuan kedua tools ini.

    Disclaimer: kesimpulan yang saya tarik nantinya adalah murni dari pendapat saya sendiri, dan tidak mencerminkan keseluruhan kemampuan keduanya.

    Buat kamu yang belum pernah mempergunakan AI tools semacam ini, satu hal yang perlu kamu ketahui adalah pergunakan prompt atau perintah yang jelas dan sangat mendetail.

    Karena hal tersebut bisa sangat berpengaruh pada hasil jawaban mereka.

    ChatGPT vs Bard (prompt yang simpel)

    Karena Bard belum tersedia untuk pengguna di Indonesia (dan mungkin banyak negara lain), maka saya menggunakan VPN untuk mencoba Bard.

    Untuk perintah atau prompt yang saya gunakan pada kedua AI tools ini juga dalam bahasa Inggris.

    Pertama saya memberikan prompt yang cukup simpel, yaitu;

    “What is the most major ranking factor in search engine result page?”

    Atau dalam bahasa Indonesia;

    “Apa ranking factor paling utama untuk menampilkan hasil pencarian di mesin pencari?”

    Ternyata saya mendapatkan dua hasil yang cukup berbeda;

    Berikut adalah hasil yang diberikan ChatGPT.

    Jawaban yang diberikan oleh ChatGPT bisa dibilang cukup singkat.

    Hal ini juga bisa disebabkan karena perintah yang saya berikan juga cukup simpel.

    Jawaban Bard pada Prompt yang Simpel

    Sedangkan hasil yang diberikan Bard termasuk cukup komprehensif, dan perasaan yang ditimbulkan adalah seperti saya membaca salah satu documentation dari Google Search Central. 

    ChatGPT vs Bard (prompt yang lebih kompleks)

    Kemudian saya mencoba memberikan prompt yang lebih kompleks kepada kedua mesin AI ini, dan beginilah hasilnya;

    1. Tanggapan ChatGPT pada Prompt yang Kompleks

    ChatGPT bisa memberikan hasil yang cukup lengkap dan terstruktur.

    Struktur bahasa dan penulisannya bisa dibilang cukup bisa dipahami.

    Namun setelah saya bandingkan dengan hasil prompt yang lain, saya menemukan seperti ada pattern yang berulang pada hasilnya.

    Menurut opini saya, hasil penulisan yang diberikan oleh ChatGPT juga tidak begitu istimewa dan terkesan seperti membaca artikel-artikel blog pada umumnya.

    Sedangkan pada Bard, saya mendapatkan hasil yang lebih straight-to-the-point.

    Bard sering memberikan hasil penulisan dalam bentuk bullet list dengan penebalan sub topik di setiap poin-poinnya.

    Menurut report yang dilansir oleh Norman-Nielsen Group tentang behaviour pembaca artikel di website, manusia cenderung untuk melakukan scanning daripada membaca.

    Nampaknya hal ini sangat ditekankan pada program Bard, sehingga kecerdasan buatan Google ini juga cenderung memberikan hasil yang lebih mudah dilihat secara sekilas, seperti; bullet list, paragraf pendek dan lugas.

    Secara pribadi, saya juga lebih suka dengan hasil yang diberikan oleh Bard.

    ChatGPT vs Bard: Sebuah Perbandingan

    Kecepatan

    ChatGPT menggunakan teknologi deep learning yang memungkinkannya menghasilkan teks dengan cepat. 

    Namun, kecepatannya bisa dipengaruhi oleh seberapa besar dan rumit prompt atau perintah yang diberikan. Apalagi kalau kamu menggunakan mode free-nya.

    Pengalaman saya berkali-kali selalu berhadapan dengan jawaban yang tidak tuntas oleh ChatGPT, terutama bila saya menggunakannya bertepatan dengan jam sibuk.

    Tidak jarang, saya harus berulang kali menyuruhnya untuk terus menulis, karena tiba-tiba saja kecerdasan buatan besutan OpenAI ini berhenti di tengah jalan.

    Lucunya, mereka juga seringkali mengulang lagi penulisan konten dari awal. Sehingga cukup membuang waktu juga.

    Bard, di sisi lain, bisa menampilkan hasil sepersekian detik. 

    Bahkan dengan jawaban yang cukup komprehensif, saya tidak sempat untuk “menganggur” sembari menunggu jawaban dari mesin AI yang satu ini.

    Bahkan dalam waktu singkat tersebut, Bard juga sanggup menawarkan 3 draf penulisan yang berbeda.

    Akurasi

    Kedua teknologi memiliki kemampuan untuk menghasilkan teks dengan akurasi yang tinggi. Namun, ChatGPT sering kali dianggap lebih unggul dalam hal ini karena kemampuannya untuk memberikan kata-kata yang tepat dan memberikan output yang lebih terstruktur dengan baik.

    Kemampuan Multi Bahasa

    ChatGPT mendukung sejumlah besar bahasa, termasuk bahasa Indonesia, dan bisa dengan mudah menyesuaikan dengan bahasa baru. 

    Sementara Bard, lebih difokuskan pada bahasa Inggris dan belum sepenuhnya mendukung bahasa lain. 

    Update terbaru dari Google, Bard baru mendukung 3 bahasa yaitu bahasa Inggris, Korea, dan Jepang.

    Ketersediaan dan Harga

    ChatGPT tersedia sebagai layanan cloud dan dapat diakses melalui berbagai penyedia cloud, termasuk AWS, Google Cloud, dan Microsoft Azure. 

    Bard, di sisi lain, hanya tersedia melalui layanan cloud yang disediakan oleh Google sebagai penyedia Bard itu sendiri. 

    Meskipun Bard berfokus pada penyediaan fitur khusus untuk penulisan otomatis dan pembuatan konten, namun ChatGPT bisa dibilang lebih menjadi pilihan yang lebih hemat biaya karena tersedia melalui banyak penyedia cloud.

    Kelebihan ChatGPT dan Bard

    Kelebihan ChatGPT

    ChatGPT memiliki beberapa kelebihan, antara lain:

    • Kemampuan untuk menghasilkan teks yang lebih panjang dan lebih terstruktur
    • Dapat beradaptasi dengan dataset yang lebih besar
    • Mendukung banyak bahasa dan mudah disesuaikan

    Kelebihan Bard

    Bard juga memiliki beberapa kelebihan, antara lain:

    • Menghasilkan teks dengan kecepatan yang sangat tinggi
    • Menghasilkan teks yang lebih kreatif dan lugas
    • Tingkat kecepatan dan keakuratan tinggi.

    Kesimpulan

    Dalam perbandingan ChatGPT vs Bard, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. 

    Pilihan tergantung pada kebutuhan dan tujuan aplikasi. Jika kecepatan dan fitur penulisan otomatis dan generasi konten yang menjadi prioritas, Bard adalah pilihan yang lebih baik.

    Namun, jika Anda membutuhkan kemampuan untuk menghasilkan teks yang terstruktur dengan baik dan mendukung banyak bahasa, maka ChatGPT adalah pilihan yang lebih baik.

    Dalam pengenalan teks bahasa Indonesia, ChatGPT lebih mudah disesuaikan, sehingga dapat menjadi pilihan yang lebih cocok untuk penggunaan dalam bahasa Indonesia.

    Selain itu Bard belum bisa diakses di Indonesia, jadi sebagai pengguna AI di Indonesia, ChatGPT tetap menjadi pilihan saya.

    Perlu diingat bahwa teknologi AI terus berkembang dengan cepat, sehingga kemungkinan besar akan ada banyak inovasi baru yang akan terus muncul. 

    Oleh karena itu, selalu penting untuk terus memantau perkembangan teknologi dan memilih solusi yang terbaik untuk kebutuhan Anda saat ini.

  • 9 Search Engine (Selain Google Search) yang Bisa Kamu Pakai

    9 Search Engine (Selain Google Search) yang Bisa Kamu Pakai

    Saat ini, Google Search sudah jadi salah satu bagian penting dari kehidupan kita sehari-hari.

    Setiap kita ingin mencari jawaban tentang segala sesuatu kita tinggal membuka Google Search.

    Apalagi Google Search juga sudah terintegrasi dengan smartphone kita.

    Namun, apakah kamu tahu bahwa selain Google Search juga banyak mesin pencari (search engine) yang juga sering diakses dan cukup populer juga?

    Lihat daftarnya di bawah ini;

    1. Bing

    bing search engine

    Bing adalah search engine buatan Microsoft yang belakangan ini semakin sering dibicarakan banyak orang. Hal ini disebabkan karena saat ini Bing sudah terintegrasi dengan AI buatan OpenAI, perusahaan pembuat ChatGPT yang super viral itu.

    Mesin pencari yang dulu dikenal dengan nama MSN Search ini, selain bisa menampilkan pencarian gambar (image search), berita terbaru (news search), video search, dan lokasi (maps) seperti yang ada di Google Search, Bing juga memiliki fitur Chat.

    microsoft bing AI

    FItur inilah yang digadang-gadang Bing sebagai andalan terbaru mereka. Seperti dilansir oleh Tekno Kompas, Fitur chat ini akan di-handle sepenuhnya oleh chatbot buatan OpenAI yang akan berfungsi seperti asisten pribadi kita yang akan menjawab semua pertanyaan kita tanpa kita harus repot-repot mengklik satu persatu hasil yang keluar di hasil pencarian.

    Sayangnya fitur ini hanya bisa diakses di browser Edge, browser buatan Microsoft juga.

    Tampaknya Microsoft tidak ingin teknologi terbarunya ini bocor ke pesaing-pesaingnya.

    Ingin mencoba menggunakan Bing? Kamu bisa langsung akses Bing.com 

    Baca juga Pengertian dan Kegunaan SEO untuk Bisnismu

    2. Yahoo!

    yahoo search engine

    Seperti dilansir BBC pada artikel berita tahun 1998, Yahoo Search pertama kali diluncurkan pada tahun 1995, dan dengan cepat meraih popularitasnya sebagai search engine terbesar pada tahun 1998 menggantikan AltaVista, search engine crawler-based yang cukup populer saat itu.

    tampilan Yahoo! di tahun 1998

    Sayang setelah merajai search engine market pada periode 90-an hingga awal 2000-an, Yahoo mulai mengalami penurunan dan semakin kalah bersaing dengan Google.

    Setelah diakuisisi oleh Verizon, Yahoo masih tetap beroperasi sebagai salah satu mesin pencari yang masih diakses 1,12% pengguna search engine di seluruh dunia.

    3. DuckDuckGo

    tampilan DuckDuckGo search engine

    DuckDuckGo adalah search engine yang berfokus pada privasi pengguna. 

    DuckDuckGo mengklaim tidak akan menyimpan data pencarian pengguna, tidak memantau aktivitas pengguna, dan tidak menampilkan iklan yang berdasarkan riwayat pencarian pengguna.

    Meski belum populer di Indonesia, DuckDuckGo semakin banyak digunakan oleh pengguna internet yang peduli dengan privasi.

    4. Yandex

    tampilan Yandex search engine

    Yandex adalah search engine asal Rusia dengan market share sebesar 1,02% untuk pengguna search engine seluruh dunia, menurut data dari Statcounter.

    Sedangkan di negara asalnya sendiri, Rusia, Yandex merajai share market search engine dengan pengguna mencapai 57.04%, mengalahkan Google.

    5. Baidu

    tampilan Baidu search engine

    Search Engine asal negeri tirai bambu, Tiongkok, ini menjadi mesin pencari yang paling banyak digunakan di negara asalnya, dengan market share sebesar 49,1%.

    Selain layanan pencarian, Baidu juga menawarkan berbagai layanan seperti Baidu Maps, ensiklopedia daring dengan nama Baidu Baike, dan juga layanan cloud storage dibawah brand Baidu Wangpan.

    Dengan semakin terbukanya pasar dunia, membuat banyak perusahaan juga menerapkan strategi SEO khusus supaya website mereka juga bisa menjangkau dan terindeks di Baidu.

    Bila kamu punya pangsa pasar yang cukup potensial di Tiongkok, mungkin kamu harus memikirkan supaya website kamu bisa terindeks dengan baik di Baidu.

    6. Naver

    tampilan Naver search engine

    Naver Search adalah mesin pencari asal Korea Selatan, dengan market share mencapai 35,83%.

    Naver sendiri diluncurkan pada tahun 1999 oleh Lee Hae-jin dan sejak itu berkembang menjadi salah satu perusahaan teknologi terbesar di Korea Selatan. 

    Naver menyediakan berbagai layanan yang sangat populer di Korea Selatan, seperti mesin pencari, platform blog, platform webtoon, aplikasi messenger, dan layanan email. Selain itu, Naver juga memiliki layanan video streaming dan platform e-commerce.

    Naver dipercaya menyediakan hasil pencarian yang lebih akurat dan relevan untuk pengguna di Korea Selatan, dengan memperhitungkan bahasa, budaya, dan kebiasaan lokal.

    Fitur yang mungkin tidak dimiliki platform search engine lain adalah platform webtoon yang disebut Naver Webtoon, yang merupakan salah satu platform webtoon terbesar di Korea Selatan.

    Selain itu, Naver juga memiliki aplikasi messenger yang disebut LINE, yang sangat populer di Korea Selatan dan negara-negara Asia lainnya.

    7. Ecosia

    tampilan Ecosia search engine

    Ecosia adalah mesin pencari yang ramah lingkungan yang berbasis di Jerman. Didirikan pada tahun 2009 oleh Christian Kroll, Ecosia berkomitmen untuk menjaga lingkungan dengan menanam pohon setiap kali seseorang melakukan pencarian melalui mesin pencari mereka.

    Ecosia bekerja sama dengan organisasi non-profit seperti The Nature Conservancy dan Eden Reforestation Projects untuk menanam pohon di berbagai wilayah yang membutuhkan, seperti Brasil, Madagaskar, Spanyol, dan banyak lagi.

    Ecosia menggunakan teknologi pencarian yang sama dengan mesin pencari lainnya, namun dengan memperhatikan keseimbangan lingkungan. 

    Mesin pencari Ecosia memperhitungkan emisi karbon dari pencarian internet dan memperhitungkan energi yang digunakan oleh mesin pencari. 

    Ecosia juga menggunakan energi terbarukan seperti tenaga matahari untuk mengoperasikan server mereka.

    Ecosia juga memberikan transparansi tentang penggunaan pendapatan mereka. Ecosia menghasilkan uang dari iklan yang muncul di hasil pencarian mereka dan mengalokasikan sebagian besar pendapatan tersebut untuk menanam pohon. 

    Ecosia mempublikasikan laporan keuangan tahunan mereka secara terbuka, sehingga pengguna dapat melihat dengan jelas bagaimana uang mereka digunakan.

    8. Ask.com

    tampilan Ask.com search engine

    Ask.com adalah mesin pencari yang didirikan pada tahun 1996 dengan nama Ask Jeeves. Ask.com memungkinkan pengguna untuk mencari informasi melalui pencarian teks dan juga memberikan fitur pencarian suara yang memungkinkan pengguna untuk mencari informasi menggunakan suara mereka.

    Saat ini, Ask.com fokus pada mencari informasi dalam bentuk jawaban atas pertanyaan yang diajukan oleh pengguna. 

    Mesin pencari Ask.com menggunakan teknologi semantik untuk memahami makna di balik pertanyaan pengguna dan memberikan jawaban yang relevan. 

    Selain itu, Ask.com juga menyediakan fitur pencarian gambar, video, dan berita untuk memperluas jangkauan pencarian pengguna.

    9. You.com

    tampilan You search engine

    Mesin pencari yang dikembangkan oleh Richard Socher, seorang pakar NLP (Natural Language Processing) dari Salesforce ini berbasis AI (Artificial Intelligence).

    Menurut data dari Similarweb, mesin pencari ini sudah dikunjungi oleh 17,5 juta pada bulan lalu.

    Fitur chatbot (YouChat) yang dimiliki You.com mirip dengan fitur chat yang dimiliki Bing Search.

    You.com juga memiliki fitur YouCode yang bisa memberikan bantuan bagi para developer saat mereka menemui kesulitan memecahkan sesuatu pada kodingan mereka.

    Selain YouCode, You.com juga menawarkan fitur YouWrite yang bisa membantu kita menulis blog atau email dan juga YouImagine yang menawarkan pembuatan gambar berbasis AI.

    Nah itu tadi 10 alternatif mesin pencari selain Google Search yang bisa kamu pakai. 

    Kalau kamu sudah pakai yang mana?


    Referensi:

    blog.hubspot.com

  • Cara Kerja Google Search: Sebuah Pembahasan Singkat

    Cara Kerja Google Search: Sebuah Pembahasan Singkat

    Selama 20 tahunan terakhir ini, bisa dibilang Google Search adalah mesin pencari terbesar di dunia. 

    Menurut data terbaru yang dirilis oleh statcounter.com sebanyak 96.36% pengguna internet di Indonesia menggunakan Google sebagai mesin pencari utama mereka.

    Belum lagi dengan penggunaan Google Search yang terintegrasi dengan smartphone, maka sudah bisa dipastikan jutaan orang selalu mengakses Google Search setiap harinya.

    Bahkan bisa dibilang hampir semua aspek kehidupan sehari-hari seseorang sangat bergantung pada Google Search.

    Namun, bagaimana sebenarnya Google Search bekerja? 

    Mari kita bahas secara singkat.

    Apa itu Google Search?

    Google Search adalah produk utama dari Google LLC dan mulai diluncurkan ke dunia maya pada tahun 1997.

    Karena tampilannya yang super simpel dan kecepatan yang diatas rata-rata mesin pencari pada tahun-tahun itu, dengan cepat, Google Search mengambil alih posisi Yahoo sebagai mesin pencari yang paling banyak dipergunakan.

    Ketika seseorang mengetikkan kata kunci di Google Search, Google akan menampilkan halaman hasil pencarian yang paling relevan dengan kata kunci tersebut.

    Bagaimana Google Search Bekerja?

    Google Search menggunakan algoritma yang kompleks untuk menampilkan hasil pencarian yang paling relevan dengan kata kunci yang dimasukkan oleh pengguna. 

    Algoritma Google Search terus berkembang dan diperbarui untuk memastikan bahwa hasil pencarian yang ditampilkan tetap relevan dan bermanfaat bagi pengguna.

    3 Tahapan Cara Kerja Google Search

    Menurut Google Search Central berikut adalah tahapan yang dilakukan Google Search dalam memberikan hasil pencarian yang terbaik bagi pengguna:

    Crawling

    Google memiliki program otomatis yang sering disebut juga web crawler, Googlebot atau spider bot untuk meng-crawl semua laman website yang memenuhi persyaratan

    Pengindeksan ( Indexing )

    Kemudian Google menganalisa semua teks, gambar, video yang ada di laman-laman situs yang sudah di-crawl sebelumnya. 

    Setelah itu Google menyimpan semua informasinya ke dalam database Google.

    Baca lebih lanjut disini tentang Crawling dan Indexing.

    Menampilkan Hasil Pencarian ( Serving Search Results )

    Saat seseorang memasukkan kata pencarian (query) ke dalam kolom pencarian Google Search, mesin pencari akan mengecek hasil pengindeksan yang relevan dengan kata pencarian tersebut.

    Relevansi hasil pencarian sendiri ditentukan oleh ratusan faktor dan bisa menampilkan hasil pencarian yang berbeda tergantung dari device yang dipergunakan (mobile phone atau desktop), lokasi maupun bahasa yang dipergunakan.

    Beberapa Pertanyaan tentang Google Search

    Apakah saya dapat membayar Google untuk menempatkan website saya di posisi teratas di hasil pencarian?

    Tidak. Google tidak menerima pembayaran untuk menempatkan website di posisi teratas di hasil pencarian. Namun, kamu bisa menggunakan Google Ads untuk menempatkan website anda di hasil pencarian yang relevan.

    Apakah saya dapat mempengaruhi posisi website saya di hasil pencarian Google?

    Ya. Ada beberapa strategi SEO yang bisa kamu lakukan untuk meningkatkan peringkat website-mu di hasil pencarian Google. Beberapa optimasi SEO yang umum dilakukan antara lain melakukan optimasi kata kunci, meningkatkan kualitas konten, memperbaiki kecepatan loading website dan mengoptimalkan tautan internal dan eksternal.

    Apakah Google Search dapat menemukan semua halaman di website saya?

    Tidak selalu. Google Search tidak dapat menemukan halaman yang tidak terhubung dengan halaman lain di website-mu. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa semua halaman di website-mu terhubung dengan halaman lain dan dapat diakses oleh Googlebot.

    Kesimpulan

    Google Search adalah mesin pencari terbesar di dunia. Untuk menampilkan hasil pencarian yang paling relevan dengan kata kunci yang dimasukkan oleh pengguna, Google Search menggunakan algoritma yang kompleks. 

    Faktor-faktor seperti lokasi, device, bahasa, relevansi, dan kualitas konten dan website dapat mempengaruhi hasil pencarian yang ditampilkan

    Jadi, jika Anda ingin memaksimalkan potensi bisnis Anda di internet, penting untuk memahami cara kerja Google Search dan melakukan tindakan yang tepat untuk meningkatkan peringkat website Anda di hasil pencarian. 

    Semoga pembahasan singkat ini membantu Anda untuk memahami lebih banyak tentang Google Search dan manfaatnya untuk bisnis Anda.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai