The Quanta

Beberapa orang bijak mengatakan ruang dan waktu hanyalah ilusi yang tercipta begitu nyatanya sehingga sukses memanipulasi panca indera kita. Hal yang sulit diterima dengan akal sehat a.k.a logika. Mereka juga pernah mengatakan indera kita seringkali menyesatkan kita, masih ingat film bang Keanu di akhir dekade 90-an yang fenomenal itu? Wachowski bersaudara sukses meramu pelajaran filosofi dengan bumbu action yang tidak sembarangan. Membutuhkan 4 kali nonton dalam rentang waktu yang lumayan lama untuk bisa memahami ide yang disajikan mereka dalam sepiring sci-fi fenomenal.

courtesy from http://yousaytoo.com

Ilusi dunia Matrix itu berkaitan erat sekali dengan “ilusi” dunia fana yang kita kenal ini. Ide bahwa dunia tempat kita berpijak sekarang ini adalah semacam “mimpi sementara” memang tidak bisa diterima semua orang. Setiap orang menemukan titik balik pencerahannya sendiri-sendiri, sedangkan aku berangkat dari sebuah film.

Bentuk fisik yang bisa terlihat, diraba, aroma masakan dan sampah yang tercium semuanya adalah kode-kode yang tertulis rapi dalam dunia. Ingat scene ketika Neo sudah mencapai self-awareness dengan cara dicium Trinity, kemudian dia bisa melihat dunia matrix sebagai rangkaian kode berwarna hijau yang saling berkaitan? Itu adalah penggambaran ide yang luar biasa. Setelah aku membaca buku karangan Erbe Sentanu yang mengatakan alam semesta kita ini terdiri dari rangkaian quanta yang tak terputus, aku langsung teringat scene ini dan menggambarkan quanta atau quantum-quantum semesta ini seperti rangkaian kode dalam dunia Matrix.

FYI, quanta adalah bentuk jamak dari quantum yang menurut eyang Einstein adalah satuan yang lebih kecil daripada atomnya Democritus.

Albert Einstein | Filosofer Kuantum

Ide-ide soal quantum ini kudapatkan satu persatu seperti kepingan puzzle yang lambat laun saling menyatu dengan sendirinya. Dari film Matrix itu pada awalnya, Supernova-nya Dee, hingga buku-buku Erbe Sentanu dan Agus Mustofa. Dan betapa terpesonanya aku ketika pertanyaan-pertanyaan yang ada di benak manusia bodoh ini mulai terjawab satu persatu dengan sendirinya, and everything is connected!

Sahabatku Uvi, pernah meminjamkan buku mengenai ajaran kejawen. Mengenai pentingnya untuk mengenal diri sendiri. Karena bila kita sudah bisa mengenal diri sendiri, kita akan mampu mengenal Tuhan. Para sahabat Hindu dan Buddhist telah mengenal konsep ini beribu tahun lamanya, yang entah kenapa belakangan ini konsep ini seakan menjadi tabu untuk diperbincangkan. Entah karena takut dianggap sesat oleh secuil pemuka agama dangkal yang bertengger dengan segala kekuasaannya. Masih rancunya konsep nasib dan takdir, pemahaman untuk bersatu dengan Tuhan Semesta Alam membuat manusia menjadi ‘buta’, ‘tuli’ dan ‘bisu’.

***

Reincarnation

Bila kita mencoba mempelajari konsep kuantum ini, maka pemahaman mengenai reinkarnasi menjadi masuk akal. Karena energi-energi atau kuanta yang ada di dunia ini sifatnya kekal, mereka hanya berubah bentuk. Jadi bila ada makhluk hidup yang mati, maka energi yang menyusun bentuk ragawi makhluk tersebut akan melebur kembali dengan alam semesta dan berubah bentuk menjadi suatu bentuk baru.

***

For the soul there is neither birth nor death at any time.
He has not come into being, and will not come into being.
He is unborn, eternal, ever-existing and primeval.
He is not slain when the body is slain.

– Bhagavad Gita 2.20 –

2 respons untuk ‘The Quanta

Tinggalkan Balasan ke dikidakidu Batalkan balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.